Dalam dekade enampuluhan terasa benar ledakan jumlah siswa yang memasuki jenjang pendidikan SMA. Satu-satunya SMA Negeri di Singaraja yang berdiri tahun 1950 sudah dinyatakan tidak mampu menampung jumlah siswa tersebut. Tahun 1960 pemerintah membuka SMA baru di Denpasar dengan maksud mengurangi arus siswa yang numplek belajar di Singaraja. Namun lima tahun kemudian SMA baru itu sudah dinyatakan tidak mampu menampung seluruh siswa dari belahan Bali Selatan. Maka berdasarkan SK Menteri P dan K No. 96/SK/B/II/65 tanggal 1 Agustus 1965, SMA Negeri Denpasar itu dijadikan dua SMA masing-masing dengan nama SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Denpasar. Kedua SMA itu dinyatakan sudah berjalan sendiri-sendiri terhitung mulai tanggal 1 Agustus 1965.
Mulai tahun pelajaran 1989/1990 SPG Negeri Denpasar dialihfungsikan menjadi SMA Negeri 7 Denpasar. Semenjak menjadi SMA, telah terjadi beberapa kali pergantian kepemimpinan, yaitu:
- I Gede Putu Soedjana (1989 s.d. 1996)
- Drs. I Made Putra (1997 s.d. 1998)
- I Gusti Ngurah Tantra, S.Pd. (1998 s.d. 2009)
- Drs. Ida Bagus Suyasaputra (2009 s.d. sekarang)
Pada tahun pelajaran 1996/1997 SMA Negeri 7 Denpasar telah berkembang pesat menjadi salah satu sekolah unggulan yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik di tingkat regional dan nasional.